Menu

Mode Gelap
 

News 15:44 WIB

Fakultas Sosial dan Ekonomi (FSE) Universitas Teknologi Nusantara melakukan pengabdian masyarakat di Komunitas Kampung Nusa, Bogor, dengan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui pendampingan komprehensif


					Fakultas Sosial dan Ekonomi (FSE) Universitas Teknologi Nusantara melakukan pengabdian masyarakat di Komunitas Kampung Nusa, Bogor, dengan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui pendampingan komprehensif Perbesar

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Potensi Lokal: Model Pendampingan Komprehensif daalam Peningkatan Kompetensi Wirausaha, Bahasa Global, dan Soft Skill” ini dijalankan oleh tim dosen dan mahasiswa FSE selama periode 2025. Program ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTN sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui tiga pilar utama, yaitu literasi keuangan, digitalisasi bisnis, dan pengembangan soft skill serta bahasa global, tim FSE memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan praktis kepada masyarakat Kampung Nusa yang sebagian besar berprofesi sebagai pelaku UMKM, pemulung, dan buruh kasar. Harapannya, masyarakat dapat mengelola usaha lebih mandiri, mengoptimalkan teknologi digital, dan siap bersaing di kancah yang lebih luas.

Dekan Fakultas Sosial dan Ekonomi UTN, M. Zeinny H.S., S.E., M.B.A., CHBRP, menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim pelaksana dan partisipasi aktif masyarakat Kampung Nusa. “Program ini adalah wujud komitmen FSE untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendampingi, dan memberdayakan melalui ilmu yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami sebagai perguruan tinggi untuk turut serta memberdayakan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar mampu bersaing di era digital yang terus berkembang.

Program ini difokuskan pada tiga pilar utama:
1. Literasi Keuangan – membantu pelaku UMKM mengelola keuangan usaha dengan lebih terstruktur dan mandiri.

2. Digitalisasi Bisnis – memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

3. Pengembangan Soft Skill & Bahasa Global – membekali kemampuan komunikasi, adaptasi, dan percakapan dasar dalam bahasa Inggris untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program satu waktu, tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan, riset tindak lanjut, serta kolaborasi lebih luas dengan pemangku kepentingan di daerah.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

MAN 2 Kota Bogor Wujudkan Karya Kreatif disela Ujian Praktek

18 April 2026 - 11:27 WIB

Lagi Lagi SMP Kosgoro Harumkan Nama Baik Bogor Melalui Prestasi Pencak Silat Tingkat Nasional Pangdam Jaya

17 April 2026 - 16:39 WIB

Warga Kecamatan Ciampea Antusias Ikuti Lomba Tingkat SD FLS3N & FTBI

16 April 2026 - 21:11 WIB

Lomba Kreativitas Siswa SD Cibinong 2026 Siap Cetak Tunas Unggul

14 April 2026 - 12:05 WIB

Pererat Sinergi, Kecamatan Bogor Timur Gelar Halal Bihalal Bersama Insan Media

13 April 2026 - 13:35 WIB

TKA 2026 MTs Al Inayah Ciomas Berjalan Lancar, Diikuti 121 Siswa

10 April 2026 - 19:50 WIB

Trending di Pendidikan