Menu

Mode Gelap
 

Komunitas 18:50 WIB

Sektor Depo KRL Depok Gelar Bimtek K3 serta Manajement Risiko


					Sektor Depo KRL Depok Gelar Bimtek K3 serta Manajement Risiko Perbesar

suryabogor.info – Kota Bogor-Balai Perkeretaapian menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Manajemen Risiko terkait prasarana perkeretaapian di lingkungan Depo KRL Depok. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (11–13/2/2026), bertempat di Hotel Salak

Bimtek ini merupakan tindak lanjut atas kejadian longsoran (gogosan tanah) pada tubuh baan jalur 7B di KM 1+01 yang sebelumnya terjadi berulang kali.

Ketua Balai Perkeretaapian, Dr. Ir. Prayudi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan K3 dan manajemen risiko berbasis kajian teknis.

Bimtek ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi langkah konkret penanganan pascakejadian longsor di jalur 7B. Setiap perbaikan harus dilakukan berdasarkan data dan analisis yang terukur,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, di antaranya Balai Perawatan, Sekretariat Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA), Direktorat Prasarana, Sarana, dan Keselamatan Perkeretaapian, Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Kelas I, PT KAI (Persero) Daop 1, PT KAI Commuter Indonesia, serta PT INKA (Persero).

Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan technical meeting dan assessment under track menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) untuk mengetahui kondisi lapisan tanah di bawah jalur rel. Selain itu, dilakukan analisis terhadap underpass yang rawan banjir, evaluasi flyover termasuk kondisi bearing dan rubber pad yang telah digunakan hampir 15 tahun, serta penilaian risiko Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Sejumlah narasumber juga memaparkan materi terkait kelayakan teknis jalur kereta api, penerapan sistem manajemen keselamatan, hingga kajian akademis mengenai manajemen risiko di bidang perkeretaapian.

Prayudi berharap melalui Bimtek ini seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan dan perawatan prasarana sesuai regulasi teknis, serta mampu menyusun dokumen penilaian risiko secara komprehensif.

“Harapannya, seluruh stakeholder memiliki mindset yang sama bahwa setiap tindakan harus berdasarkan kajian yang benar, sehingga keselamatan operasional kereta api tetap terjaga,” pungkasnya ( sari)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Muscab PKB Kota Bogor Usulkan 7 Nama Calon Ketua, Tunggu Keputusan DPP

5 April 2026 - 12:08 WIB

Warga Atang Sanjaya Kecamatan Kemang miliki Kantor kelurahan Tiga lantai

4 April 2026 - 00:53 WIB

Tahun 2026 Jumlah kuota 774 calon Jema’ah Haji Lakukan manasik Haji Kota Bogor

3 April 2026 - 14:11 WIB

Bola Voli Mini Polpat Cup 2026 Kota Bogor Resmi Digelar, Jaring Bibit Unggul

3 April 2026 - 13:59 WIB

Kades Gobang Rogoh Kocek Pribadi, Beri Insentif dan Penghargaan untuk 190 Guru Ngaji

31 Maret 2026 - 14:46 WIB

Walikota Bogor Berharap warga Berzakat melalui Baznas kota Bogor

18 Maret 2026 - 16:23 WIB

Trending di pemerintahan