Ratusan calon jemaah haji asal Kota Bogor mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar di Masjid Agung, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 2 April 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir dalam acara tersebut menyampaikan berdasarkan data yang dimiliki, jumlah calon jemaah haji telah terdaftar melalui kantor haji umrah Kota Bogor mencapai hampir 26 ribu orang.
“Jadi masa tunggunya adalah sekitar 26 tahun. Alhamdulillah, untuk pemberangkatan haji tahun ini Kota Bogor mendapatkan kuota sekitar 774 jemaah. Dan hari ini kita laksanakan kegiatan manasiknya,” ujarnya.
Untuk bimbingan manasik haji tahun ini, ia menjelaskan, hanya dilaksanakan satu kali, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dilakukan dua kali.
Dedie berharap ke depan kuota jemaah haji untuk Kota Bogor dapat ditingkatkan agar masa tunggu tidak terlalu lama.
“Dan saya doakan untuk para jemaah haji Kota Bogor yang akan berangkat di tahun ini mudah-mudahan lancar, selamat, menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Karmawan, menjelaskan bimbingan manasik haji tingkat Kota Bogor tahun ini hanya ada satu kali.
Indra memaparkan, pesertanya kalau hadir semua 778 orang, tapi memang yang empat orang itu sepertinya akan menunda keberangkatan karena posisinya sakitnya sakit parah, yaitu sakit stroke.
“Jadi insyaallah jemaah kita 774. Kalau yang hadir hari ini insyaallah sudah 80 persen jemaah hadir saat pembukaan. Berangsur saat materi banyak yang menyusul hadir,” pungkasnya
Adapun yang akan memberikan materi pada hari ini ada dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Kemenag Kota Bogor, BAZNAS dan dari BPJS Kesehatan.
“Karena tahun ini memang ada beberapa perubahan terkait dengan fasilitas kesehatan, tentang BPJS jemaah haji harus aktif tahun ini, maka kami mengundang pihak BPJS juga untuk memberikan materi terkait dengan kesehatan haji. Untuk sebagai penguatan dari kesehatan haji yang akan memberikan narasumber atau materi dari Dinkes,” katanya.
















