Turnamen bola voli mini bertajuk Polpat Cup 2026 resmi digelar di Kota Bogor, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Junjung Sportivitas, Raih Prestasi” sebagai upaya menjaring bibit unggul atlet sejak usia dini.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi talenta muda tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk menunjukkan kemampuan di cabang olahraga bola voli, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dalam kompetisi.
Ketua Panitia Pelaksana, Robani, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini cukup tinggi. Meski terdapat pendaftar dari berbagai daerah di luar Kota Bogor, panitia memprioritaskan peserta dari wilayah setempat.
Antusiasmenya sangat tinggi, bahkan ada pendaftar dari berbagai kabupaten. Namun, kami batasi karena ingin memprioritaskan anak-anak Kota Bogor terlebih dahulu,” ujar Robani.
Sebanyak 24 tim putra dan putri dari 15 sekolah terpilih tercatat mengikuti kompetisi tersebut.
Dalam pelaksanaannya, turnamen ini menerapkan standar tinggi dengan melibatkan wasit berlisensi internasional guna menjaga kualitas pertandingan. Selain memperebutkan trofi juara, peserta juga memperoleh manfaat akademik melalui sertifikat yang diterbitkan dengan dukungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).
Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi (Japres) untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang SD ke SMP.
Robani juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari para senior, kepala sekolah, hingga para donatur.
“Kami mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini. Namun, insya Allah ke depannya akan kami buat lebih meriah lagi,” tambahnya.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), unsur kecamatan dan TNI-Polri, kepala sekolah, pengurus PBVSI, serta orang tua murid.
Melalui turnamen ini, panitia berharap dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan olahraga usia dini diharapkan mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah guna pembinaan atlet secara optimal.
















