Menu

Mode Gelap
 

Komunitas WIB

Sektor Depo KRL Depok Gelar Bimtek K3 serta Manajement Risiko


					Sektor Depo KRL Depok Gelar Bimtek K3 serta Manajement Risiko Perbesar

suryabogor.info – Kota Bogor-Balai Perkeretaapian menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Manajemen Risiko terkait prasarana perkeretaapian di lingkungan Depo KRL Depok. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (11–13/2/2026), bertempat di Hotel Salak

Bimtek ini merupakan tindak lanjut atas kejadian longsoran (gogosan tanah) pada tubuh baan jalur 7B di KM 1+01 yang sebelumnya terjadi berulang kali.

Ketua Balai Perkeretaapian, Dr. Ir. Prayudi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan K3 dan manajemen risiko berbasis kajian teknis.

Bimtek ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi langkah konkret penanganan pascakejadian longsor di jalur 7B. Setiap perbaikan harus dilakukan berdasarkan data dan analisis yang terukur,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, di antaranya Balai Perawatan, Sekretariat Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA), Direktorat Prasarana, Sarana, dan Keselamatan Perkeretaapian, Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Kelas I, PT KAI (Persero) Daop 1, PT KAI Commuter Indonesia, serta PT INKA (Persero).

Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan technical meeting dan assessment under track menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) untuk mengetahui kondisi lapisan tanah di bawah jalur rel. Selain itu, dilakukan analisis terhadap underpass yang rawan banjir, evaluasi flyover termasuk kondisi bearing dan rubber pad yang telah digunakan hampir 15 tahun, serta penilaian risiko Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Sejumlah narasumber juga memaparkan materi terkait kelayakan teknis jalur kereta api, penerapan sistem manajemen keselamatan, hingga kajian akademis mengenai manajemen risiko di bidang perkeretaapian.

Prayudi berharap melalui Bimtek ini seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan dan perawatan prasarana sesuai regulasi teknis, serta mampu menyusun dokumen penilaian risiko secara komprehensif.

“Harapannya, seluruh stakeholder memiliki mindset yang sama bahwa setiap tindakan harus berdasarkan kajian yang benar, sehingga keselamatan operasional kereta api tetap terjaga,” pungkasnya ( sari)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Puluhan Siswa SDN Ciherang 01 Diduga Keracunan, Ketua FJP2 Bogor Raya Desak Investigasi Menyeluruh

7 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Baru Pelantikan SANTANA DPD KNPI Kota Bogor langsung Gelar Bebersih lingkungan tepi sungai

2 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Masa Ta’aruf Murid MI Matlaul Anwar penuh pesona keceriaan dan kegembiraan

24 Juli 2026 - 23:33 WIB

CV. Solih Safaat Jaya melayani secara profesional kerja

23 Juli 2026 - 19:35 WIB

Camat Tansa ajak siswa cintai lingkungan hijau

21 Juli 2026 - 17:35 WIB

MKBB siap Berkolaborasi dengan pemerintah maupun kelompok organisasi lainnya

20 Juli 2026 - 19:06 WIB

Trending di Aspirasi Warga